HELLO YANG TERISTIMEWA, JOGJA!! - Part II


Jum’at siang itu hari terasa begitu panas sambil menunggu ibadah solat Jum’at selesai kami pun segera pulang kerumah bulek Tantri untuk beristirahat sejenak, seperti biasa dengan baiknya bulek telah menyiapkan kami hidangan makan siang di dapur sejuknya, ada ayam goreng, urap dan soto. “Wah, ini urap? Haaa, la lamo dak makan enak cak ini, tan. Hahhaha” celetuk ku saat itu. Maklum anak kosan jarang makan rumahan, jarang ketemu sayur-sayuran. Terima kasih bulek untuk hidangan yang selalu enak, hihihi
Setelah selesai makan siang kami merebahkan diri sebentar, tanpa sadar saya sudah tertidur lelap di lantai kamar yang dipinjamkan bulek saat itu. Mungkin karena sudah terlalu lelah.... dan ternyata saya tidur paling lama diantara yang lainnya, Duhhh.
Tantri dan sepupunya hanya tertawa ketika melihat saya bangun dengan mata setengah tertutup, tidur siang hari itu sangat nikmat bagi saya, hahaha

Setelah duduk-duduk dan berbincang sejenak kami segera bergegas untuk bersiap-siap melanjutkan explore bantul lagi. Tujuan perjalanan kami memang hanya disekitar bantul karena dengan waktu yang begitu singkat rasanya kami tidak akan bisa mengexplore sampai ke daerah lain yang jauh dari Bantul.
Setelah selesai bersiap kami pun langsung berangkat menggunakan motor milik sepupu Tantri yang juga sudah sangat baik merelakan motornya kami pinjam saat itu. 

Seperti kemarin jalanan yang dilalui begitu sejuk, bersyukur cuaca di jogja juga sangat bersahabat dengan kedatangan kami, keramaian sore mulai terasa, terlihat di pinggir jalan petak-petak sawah dengan padi yang baru ditanam oleh petani, ada juga sawah yang menghijau segar, bahkan padi yang menguning bak emas bagi para petani yang giat bekerja sejak pagi. Sesekali juga terlihat bapak-bapak atau ibu-ibu yang mengendarai sepeda ontel milik mereka, hmm sejuk dan indah sekali....
Tidak terasa kami sudah sampai di gumuk pasir barchan tujuan kami. 

Hamparan pasir yang dikelilingi oleh pepohonan hijau

Gumuk pasir adalah salah satu fenomena alam langka, gumuk pasir itu sendiri berupa bukit-bukit atau gundukan pasir yang kalau kita lihat sepintas layaknya seperti gurun. Gumuk pasir tersebut terbentuk karena hasil aktivitas vulkanik gunung merapi dan merbabu yang terbawa oleh arus kali Opak dan Kali progo.
Gumuk pasir!!
Ya, kami belum puas dengan hasil foto yang kemarin, seperti yang saya ceritakan di part sebelumnya, kali ini kami ingin ke gumuk pasir yang kondisi pasirnya masih bersih tanpa jejak kaki bak di gurun pasir.






oiyaaa disini juga bisa sandboarding loh, FYI sandboarding di gumuk pasir ini sangat terkenal, disini juga sudah disediakan penyewaan sandboarding, pengunjung cukup menyiapkan uang Rp. 150.000 dan bisa main sepuasnya, tapi bagi yang hanya ingin hunting foto siapkan saja uang Rp. 2000 untuk parkir setelah itu kita bisa berfoto sepuasnya, spot foto bagus juga banyak misalnya saja ada ayunan, pohon sakura, pohon kaktus, dll.


Sekedar tips, waktu berfoto paling bagus di gumuk pasir yaitu di sore hari sekitar pukul 16.00 WIB karena gundukan pasir masih tampak mulus dan bersih dari jejak kaki pengunjung jadi sangat cocok untuk mengambil kesan foto sedang berada di gurun pasir, selain itu karena pada saat sore, panas tidak terlalu menyengat, sambil menunggu petang kami tetap asik berfoto ria, sesekali terlihat pasangan muda sedang mengabadikan foto untuk prewed mereka #eh, jadi mupeng. Hahahaha





6. Cemoro Sewu


Melanjutkan ke destinsi berikutnya yaitu ke Cemoro Sewu. Cemoro sewu juga berada satu komplek dengan Parang tritis, lokasi nya tidak jauh dari gumuk pasir parangkusumo. Disini awalnya kami pikir, kami sudah terlalu sore datang kesana karena langit tampak sudah begitu gelap tapi ternyata suasana senja itu menambah kecantikan wisata disini. Saat masuk ke kawasan pantainya kita akan disambut oleh deretan pohon cemara yang tertata rapi.


Setelah melawati deretan seribu cemara tersebut kita akan melihat pantai yang terbentang luas dengan indahnya. YA! kami datang di waktu yang tepat, dan kami bisa langsung menikmati gradiasi sunset hari itu.
Sejenak saya terdiam menyaksikan sunset senja itu, termenung dan bersyukur.
“Alhamdulillah bisa menikmati senja yang luar biasa hari ini. Terimakasih karena saya mempunyai keluarga yang baik, teman-teman yang baik bahkan pada hari ini pun saya diberikan kesempatan untuk melewati hari yang luar biasa indahnya”.

sama sekali tidak butuh filter untuk dapat potret sunset indah ini


Sore itu benar-benar membuat saya semakin semangat, semangat untuk menabung dan explore daerah lainya, karena saya sadar pengalaman jalan-jalan saya belum ada apa-apanya sama sekali, padahal Allah telah menyiapkan alam yang begitu indah untuk kita nikmati, saya takut kalau masa muda saya hanya dihabiskan di belakang meja dan di depan komputer saja. Hmmm
sunset di pantai cemoro sewu
Langit sudah terlalu gelap, saatnya pulang ke rumah dan beristirahat. Diperjalanan pulang kami sempat berhenti sejenak dan menikmati bakmi asli jogja, pastinya dengan harga yang murah meriah dan cukup untuk mengganjal perut lapar kami malam itu, duh nikmatnya.
Sesampainya di rumah bulek, ternyata bulek sudah istirahat hanya tampak anak-anaknya yang sedang asyik di depan TV. Kami bergegas mandi kemudian sesekali berbincang dan melihat hasil explore kami hari itu.

Hari ke 3 di Yogjakarta, pagi harinya kami sempat ziarah ke makam kakek dan nenek Tantri, saat itu kami jalan kaki karena jarak rumah bulek ke makam tidak terlalu jauh. Sesekali kami melihat sisa-sisa reruntuhan bangunan rumah penduduk yang terkena bencana gempa tahun 2006 lalu, dan juga bertemu beberapa penduduk disana, Tantri selalu mengingatkan untuk tetap menyapa siapa pun yang kita temui di jalan saat itu walaupun kita tidak kenal, itu akan menunjukkan sikap ramah kita sebagai pendatang kepada penduduk desa, dan tentu saja penduduk disana juga balik menyapa kami dengan hangat.
Setelah sampai ke makam, kami sempat membersihkan makam kakek dan nenek Tantri, kemudian membacakan Surah Yasin, dan selesai berdoa kami pun langsung pulang ke rumah bulek. 
Dirumah bulek Tantri, seperti biasa buah-buahan dan sarapan sudah menanti kami. Setelah sarapan kami bersiap mandi karena rencananya hari ini kami mau ke Taman Sari dan cari oleh-oleh untuk kembali ke Palembang.

7. Taman Sari
Cuaca siang itu cukup panas menyengat, jalanan yang kami lalui juga cukup ramai. Saat menuju taman sari pun kami sempat hampir nyasar, hahaha
Sesampainya di taman sari tampak pengunjung yang begitu ramai, kami masuk dan membayar tiket terlebih dahulu. Tiket masuk ke Taman Sari per orang adalah Rp. 5000 dan tiket kamera Rp. 2000, sedangkan untuk wisatawan asing tiketnya Rp. 12.000.

Di taman sari saya juga sudah berjanji untuk bertemu dengan sepupu saya yang kebetulan sedang kulia di Jogja, sambil menungu kedatangannya saya dan teman-teman berkelilng taman sari dan sesekali berfoto, konon Taman Sari yang berada di Jl. Nogosari No. 6, Patehan, Kraton, Kota Yogjakarta ini adalah tempat rekreasi raja keraton beserta keluarga. Saat masuk kita akan melihat kolam pemandian yang cukup indah, kemudian juga terdapat taman, terowongan bawah tanah, benteng, tempat tidur, tempat ibadah dan yang lainnya.
kolam pemandian taman sari




salah satu kamar keluarga kerajaan




di Taman Sari sangat cocok untuk berfoto ala-ala siluet




Salah satu spot foto favorit di Taman Sari, yang kalau mau foto harus antri dulu. Hahaha

Dijalanan sekitar taman sari banyak terdapat pusat oleh-oleh serta pusat batik, juga banyak terdapat grafiti-grafiti keren dan menarik.




Saat sedang asyik berfoto ternyata sepupu ku sudah sampai, Haaaaa! Senang sekali bisa bertemu sepupu ku saat itu, yaa karena kesibukan masing-masing jadi kita sudah sangat jarang bertemu. Eko adalah salah satu sepupu yang saya banggakan, dengan umurnya yang masih dibawahku 3 tahun prestasi yang dia miliki pun sudah cukup banyak, dan tentu saja dimana pun berada dia selalu supel dan ramah dengan semua orang yang dia temui, satu lagi ngobrol dengan sepupu ku dengan bahasa Pagaralam di Kota orang tanpa rasa malu itu sangat seru! Hahaha, salah satu kebiasaan kami dimanapun kami berada kalau sudah ketemu sama orang Pagaralam atau orang Bengkulu biasanya bahasa daerah nya langsung keluar, yaaa paling-paling orang disekitar kami cuma bingung dengan obrolan kami, hehehe


Setelah selesai berkeliling kami mampir ke masjid sekitar untuk solat zuhur, Masjid Gedhe Kauman atau lengkapnya yaitu Mesjid Gedhe Kauman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, masjid ini adalah masjid raya Kesultanan Yogjakarta yang letaknya di sebelah barat kompleks Alun-alun Utara Kraton Yogjakarta.



Tampak arsitekur dari bangunan tersebut sangat kental dengan budaya Yogjakarta apalagi saat kita melihat ukiran dan interior di dalamya sangat indah dan keren. Di dalam masjid tampak orang-orang melaksanakan solat zuhur sedangkan diserambi masjid tampak orang-orang beristirahat ditengah teriknya matahari siang itu. Sungguh saya sangat terpesona dengan detail keindahan interior masjid gedhe kauman ini.


Setelah cukup beristirahat kami pun pergi untuk makan siang, sasaran siang ini adalah Gudeg, ternyata gudeg itu enak yaa guys, manis-manis gituuu sama manisnya seperti penduduk dan budaya Jogja. Hahahaha
Melanjutkan ke Beringharjo yang merupakan pasar tertua di Jogjakarta, disini kita bisa dapat batik murah meriah pokoknya puas deh kalau mau belanja disini. Setelah itu kami melanjutkan ke Mirota Batik, toko ini nyaris ga pernah sepi guys karena letaknya yang strategis dan dekat sekali dengan Beringharjo, selain itu saat masuk toko ini kita bisa merasakan susana seperti di kraton karena musik dan dekorasi nya yang unik dan kental dengan budaya Jogja. Mirota batik tidak hanya menyediakan batik tapi juga kerajinan khas jogja, masker, jamu, ramuan tradisional, tas, dompet dll. 

Petang sudah menyapa, setelah puas belanja kami pun beristirahat sebentar di Malioboro, disana saya juga bertemu dengan adik tingkat saya saat kulia, yaitu Ade. Rindunyaaaaaa, lama sekali tidak bertemu adik ini, saat ini dia juga sedang melanjutkan pendidikanya di D4 Kebidanan di salah satu kampus di Jogja. 

Setelah lama bercerita kami pun pamit untuk pulang, jalanan Malioboro tampak begitu ramai tapi suasana jalanan tetap tertib, disini kita juga bisa nongkrong di trotoar jalan sambil menikmati musik angklung yang  dimainkan oleh para seniman Malioboro di tepi Jalan.

Hari terakhir di Jogjaaaaaa!
Kami berpamitan dengan keluarga bulek Tantri, sedih sekali rasanya harus berpisah dengan keluarga dan juga kota yang istimewa ini, salam dan tanda terimakasih kami sampaikan sebesar-besarnya kepada keluarga Tantri yang sudah sangat baik mengizinkan kami untuk tinggal dan merepotkan mereka beberapa hari ini, terimakasih banyak bulek, paklek, kiki dan sepupu-sepupu Tantri yang lainnya, tempat ini akan sangat berkesan bagi kami.
Kami pun diantar paklek dan kiki menuju ke Bandara, kami juga sempat mampir sebentar ke pusat Bakpia Pathok yang merupakan oleh-oleh khas Jogja.

Sesampainya di Bandara Adji Sucipto, saya juga sempat bertemu sebentar dengan teman kerja saya sesama Sekretaris yaitu Mba Hana, sekretaris tercantik di Jogja, terimakasih juga untuk oleh-oleh enaknya ya Mba Hana, hihihi

Dan satu lagi pengalaman yang tak terlupakan, IYA! Kami hampir ketinggalan pesawat!!!!!
Hahahah, sambil ngos-ngosan berlari menuju pesawat, yak untunglah kami sampai Palembang tepat waktu hari itu. Alhamdulillah

Terimakasih Yogjakarta, terimakasih untuk pengalamannya, satu kesimpulan kami Jogja memang penuh keistimewaan, sampai jumpa lagi Yang Teristimewa, tunggu kunjungan kami selanjutnya ya!















Komentar

Postingan populer dari blog ini

HELLO YANG TERISTIMEWA, JOGJA!! - PART I